Ternyata, 3 dari 4 Nasabah Bank Sampah Mandiri Sukabumi Adalah Perempuan

Kami melihat data nasabah Bank Sampah Mandiri, awalnya hanya ingin mengetahui jumlah nasabah aktif dan perkembangan tabungan sampah. Namun ada satu fakta yang menarik perhatian kami.

Dari 127 nasabah yang terdaftar, 96 di antaranya adalah perempuan.

Artinya, sekitar 3 dari 4 nasabah Bank Sampah Mandiri adalah perempuan.

Jujur saja, kami tidak pernah secara khusus menargetkan perempuan dalam program ini. Namun ketika melihat kondisi di lapangan, angka tersebut ternyata cukup masuk akal.

Karena yang paling sering berinteraksi dengan sampah rumah tangga setiap hari adalah mereka.

Mereka yang memisahkan botol plastik dari sampah lainnya.

Mereka yang menyimpan kardus bekas agar tidak langsung dibuang.

Mereka yang menyediakan sudut kecil di rumah untuk mengumpulkan barang-barang yang masih memiliki nilai.

Dan mereka yang secara konsisten datang menabung ke bank sampah.

Dari pengalaman kami, pengelolaan sampah di tingkat masyarakat bukan hanya soal fasilitas atau teknologi.

Yang paling menentukan justru kebiasaan.

Dan kebiasaan itu sering kali dibangun dari rumah.

Data ini mengingatkan kami bahwa di balik ribuan kilogram sampah yang berhasil dialihkan dari tempat pembuangan, ada banyak peran yang mungkin tidak terlihat.

Ada ibu rumah tangga, pekerja, guru, pensiunan, dan berbagai perempuan lainnya yang memilih melakukan langkah sederhana secara konsisten.

Mungkin inilah pelajaran yang kami dapatkan.

Ketika berbicara tentang lingkungan, kita juga perlu berbicara tentang orang-orang yang menggerakkan perubahan tersebut setiap hari.

Karena ternyata, banyak perubahan lingkungan yang kami lihat hari ini tidak dimulai dari program besar.

Tetapi dari keputusan sederhana seseorang di rumah untuk tidak langsung membuang sebuah botol plastik.

Dan di Bank Sampah Mandiri, sebagian besar keputusan sederhana itu dilakukan oleh para perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *