Perumahan Taman Asri RW 14, Subangjaya, Cikole, Kota Sukabumi

Cerita dan Inspirasi Hijau

Dari Komunitas untuk Bumi

Cerita dan Inspirasi Hijau

Dari Komunitas untuk Bumi

bsu-mandiri-blog1

Mendorong Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Melalui Program HOMPIMPAH di RW 05 Kelurahan Subangjaya

Upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, komunitas penggerak lingkungan, hingga pemerintah setempat. Melalui kolaborasi tersebut, sistem pengelolaan sampah dapat dibangun secara bertahap dari tingkat lingkungan.

Pada kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari di RW 05 Kelurahan Subangjaya, BSU Mandiri bersama Kelurahan Subangjaya menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program HOMPIMPAH (Hobi Pilah Sampah dari Rumah). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Ketua RT, Karang Taruna, ibu-ibu PKK, hingga Posyandu, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

Membangun Kebiasaan Memilah Sampah dari Rumah

Dalam kegiatan sosialisasi ini, warga diperkenalkan dengan konsep dasar pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah, yaitu pemilahan sampah menjadi tiga kategori utama:

  • Sampah Organik, seperti sisa makanan, sayuran, dan daun yang dapat diolah kembali menjadi kompos.
  • Sampah Anorganik, seperti plastik, kertas, kardus, dan kaleng yang dapat dikumpulkan dan didaur ulang melalui sistem bank sampah.
  • Sampah Residu, yaitu sampah yang sulit diolah kembali dan perlu dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Pemilahan sampah dari sumbernya merupakan langkah awal yang sangat penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Pengolahan Sampah Organik di Tingkat Lingkungan

Selain pemilahan sampah, kegiatan ini juga memperkenalkan metode sederhana dalam pengolahan sampah organik di tingkat lingkungan, salah satunya melalui sumur kompos.

Metode ini sebelumnya telah diterapkan oleh BSU Mandiri bersama warga di RW 03, sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Dengan pengolahan sampah organik di tingkat lingkungan, masyarakat dapat mengubah sampah dapur menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman, sekaligus mengurangi beban sistem pengangkutan sampah.

Penguatan Sistem Bank Sampah dan Pengelolaan Anorganik

Sampah anorganik yang telah dipilah oleh warga dapat dikumpulkan melalui sistem bank sampah, sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari rantai daur ulang.

Namun bagi BSU Mandiri, bank sampah bukan sekadar tempat menabung sampah, melainkan bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih luas, yang mencakup edukasi masyarakat, pemilahan dari sumber, pengolahan organik, hingga pengelolaan sampah anorganik secara terstruktur.

Rencana Pengembangan Tempat Pengolahan Sampah di Kelurahan Layak Anak (KLA)

Dalam kegiatan sosialisasi ini juga disampaikan rencana pengembangan tempat pengolahan sampah di area Kelurahan Layak Anak (KLA).

Ke depan, lokasi ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan, yang meliputi:

  • Tempat pengumpulan sampah anorganik dari warga
  • Pengolahan sampah organik di tingkat lingkungan
  • Sarana edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat dan generasi muda

Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan sistem pengelolaan sampah di lingkungan dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Kolaborasi sebagai Kunci Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Kegiatan sosialisasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah kelurahan, komunitas penggerak lingkungan, dan masyarakat untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif.

Melalui kolaborasi antara Kelurahan Subangjaya dan BSU Mandiri, diharapkan semakin banyak warga yang mulai terbiasa memilah dan mengelola sampah dari rumah.

Langkah-langkah kecil yang dilakukan di tingkat lingkungan seperti ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *