Proyek Pemulihan Sampah Organik WasteLoop
Mengubah sampah makanan HORECA menjadi sumber daya lokal. Pilot project selama 12 bulan di Sukabumi yang dirancang untuk mengambil sampah organik dari hotel, restoran, kafe, dan bisnis katering, kemudian mengolahnya menjadi kompos alih-alih membuangnya ke TPA.
Sampah organik adalah masalah. Kami mengubahnya menjadi solusi.
Bisnis HORECA menghasilkan sampah organik setiap hari. Tanpa sistem pemulihan khusus, makanan dan material organik yang masih bernilai dapat tercampur dengan sampah lain dan berakhir untuk dibuang.
WasteLoop dirancang untuk menguji alternatif yang praktis dan berbiaya rendah: memilah dan mengumpulkannya secara terpisah, mengolahnya secara lokal, dan mengembalikannya ke tanah.
Sistem sederhana. Dampak sirkular.
WasteLoop akan membangun sistem pemulihan sampah organik khusus yang menghubungkan bisnis HORECA dengan Organic Circular Hub skala kecil di Sukabumi.
Pengangkutan gratis selama pilot
Bisnis HORECA yang berpartisipasi akan mendapatkan layanan pengangkutan tanpa biaya selama periode awal pilot, sementara WasteLoop menguji sistem, membangun data aliran sampah yang andal, dan membuktikan modelnya.
Dirancang untuk membuktikan model yang dapat direplikasi.
20 HORECA Businesses
Menargetkan hotel, restoran, kafe, dan bisnis katering selama pilot awal.
100+ Tonnes
Target awal untuk mengalihkan setidaknya 100 ton sampah organik dari pembuangan selama 12 bulan.
20+ Tonnes Compost
Target indikatif untuk menghasilkan kompos jadi, bergantung pada material yang masuk dan kondisi proses.
12-Month Pilot
Durasi yang cukup untuk menguji partisipasi, logistik, kinerja pengolahan, dan keberlanjutan finansial.
Sistem dimulai dari manusia, bukan tempat sampah.
Keberhasilan pemilahan dari sumber bergantung pada staf dapur. Karena itu, WasteLoop akan menggabungkan pelatihan praktis, panduan operasional yang jelas, dan komitmen partisipasi secara tertulis.
01 — Orientasi
Mitra HORECA mendapatkan pengenalan sederhana tentang sistem WasteLoop, jadwal pengangkutan, dan persyaratan pemilahan.
02 — Pelatihan Staf Dapur
Staf dilatih untuk memilah sampah makanan organik sejak dari sumbernya dan menggunakan wadah pengumpulan yang dapat digunakan kembali dengan benar.
03 — Komitmen Tertulis
Mitra awal akan diminta menandatangani Letter of Intent (LoI) atau perjanjian kerja sama yang mengonfirmasi partisipasi mereka dalam pilot project.
04 — Pemantauan Bulanan
WasteLoop akan memantau partisipasi, volume sampah yang dikumpulkan, dan tingkat kontaminasi, serta memberikan masukan ketika terjadi masalah operasional.
Infrastruktur berbiaya rendah. Operasional nyata.
Fasilitas ini sengaja menggunakan infrastruktur sederhana yang dapat dipelihara secara lokal, bukan teknologi pengomposan otomatis yang mahal.
- Area penerimaan dan penimbangan
- Area pemilahan dan persiapan
- Kompartemen pengomposan wire mesh yang dikelola
- Area pematangan kompos
- Infrastruktur air dan listrik dasar
- Area penyimpanan dan penggunaan kompos
Dirancang untuk mengendalikan bau, kontaminasi, dan risiko operasional.
Pengolahan lebih dari 100 ton material organik membutuhkan prosedur operasional yang disiplin. WasteLoop akan mengelola Organic Circular Hub melalui pengendalian penerimaan, pemilahan, kelembapan, dan proses pengomposan yang jelas.
Material organik dipilah di sumbernya, yaitu HORECA, untuk mengurangi kontaminasi sebelum pengangkutan.
Kondisi pengomposan akan dipantau dan disesuaikan menggunakan material kaya karbon yang sesuai serta pengelolaan kelembapan.
Area pengomposan akan dioperasikan untuk meminimalkan limpasan air, hama, dan bau yang tidak terkendali.
Pemeriksaan operasional harian dan pelaporan KPI bulanan akan memantau material yang masuk, kontaminasi, dan kinerja pengolahan.
Lokasi pilot akan dioperasikan dengan izin dan pengaturan lokasi yang sesuai secara lokal, dengan mempertimbangkan warga sekitar, kondisi lingkungan, dan pengelolaan lokasi yang bertanggung jawab.
Wadah kecil. Pengangkutan praktis.
Bisnis HORECA yang berpartisipasi akan menerima ember sampah organik pakai ulang berkapasitas 20 liter.
Wadah yang lebih kecil lebih mudah digunakan oleh pekerja, lebih mudah dibersihkan, serta lebih mudah ditimbang dan dilacak.
Kendaraan pickup khusus akan mengumpulkan sampah organik yang telah dipilah dari berbagai lokasi HORECA dan mengangkutnya ke Organic Circular Hub.
Sistem pengumpulan pakai ulang
Dirancang untuk penggunaan praktis sehari-hari di dalam dapur komersial.
Setiap kilogram akan dilacak.
Pilot project akan membangun sistem pemantauan sederhana untuk mengetahui apakah model ini dapat diandalkan secara operasional dan dapat diperluas.
| KPI | Frekuensi Pemantauan | Tujuan |
|---|---|---|
| Sampah organik yang dikumpulkan | Harian / Bulanan | Mengukur kinerja pengalihan sampah |
| Partisipasi HORECA | Bulanan | Memantau bisnis yang aktif berpartisipasi |
| Kepatuhan pemilahan dari sumber | Bulanan | Mengidentifikasi masalah partisipasi operasional |
| Tingkat kontaminasi | Bulanan | Memantau kualitas material |
| Sampah organik yang diproses | Harian / Bulanan | Mengukur kapasitas pengolahan |
| Produksi kompos | Bulanan | Memantau hasil pemulihan sumber daya |
| Perjalanan pengangkutan | Bulanan | Mengevaluasi efisiensi rute |
| Insiden operasional | Bulanan | Memantau masalah dan tindakan perbaikan |
*Target kinerja kontaminasi akan ditetapkan berdasarkan baseline Bulan 1 dan dikelola secara bertahap sepanjang periode pilot.
Hibah dapat membangun sistem dan mendanai tahun pertamanya.
Estimasi kebutuhan selama 12 bulan
Sekitar Rp527 juta berdasarkan anggaran proyek awal.
Biaya final akan divalidasi melalui penawaran harga lokal dan RAB/BOQ terperinci sebelum pengadaan dan implementasi.
Yang akan didanai oleh hibah
- Kendaraan pickup
- Ember organik pakai ulang 20 L
- Sewa lahan untuk lokasi pilot
- Infrastruktur pengomposan sederhana
- Peralatan pengolahan dan penimbangan
- Pengemudi dan operator pengomposan
- Bahan bakar, pemeliharaan, dan utilitas
- Pemantauan, dokumentasi, dan pelaporan
Pilot project dirancang untuk beralih dari pengujian berbasis hibah menuju pendapatan operasional.
Hibah akan digunakan untuk membangun dan menguji sistem. Hibah tidak dimaksudkan untuk menciptakan ketergantungan permanen terhadap pendanaan hibah.
Pilot & Validasi
Pengangkutan gratis selama WasteLoop membangun rute yang andal, mengumpulkan data operasional, dan membangun partisipasi HORECA.
Persiapan Berlangganan
Bisnis HORECA yang berpartisipasi diperkenalkan pada model layanan bertingkat berdasarkan frekuensi pengangkutan dan volume sampah.
Perencanaan Transisi
WasteLoop mulai menguji skema layanan berbayar dengan mitra HORECA terpilih sebelum periode hibah berakhir.
Operasional Berbasis Pendapatan
Potensi sumber pendapatan mencakup biaya layanan, penjualan kompos, kemitraan CSR/ESG, dan kemitraan institusional.
Pilot project akan dimulai dengan fondasi yang telah disiapkan.
Sebelum implementasi, WasteLoop akan menyelesaikan tiga langkah utama kesiapan yang telah diidentifikasi selama proses peninjauan proyek.
Mendapatkan Letter of Intent awal dari 5–10 bisnis HORECA sebagai fondasi basis peserta pilot.
Menyelesaikan penawaran harga lokal dan RAB/BOQ terperinci untuk kendaraan pickup dan lokasi pilot, termasuk kebutuhan sewa lahan.
Menetapkan KPI bulanan untuk volume sampah, partisipasi, kontaminasi, kinerja pengolahan, dan produksi kompos.
Lebih dari sekadar kompos.
Aksi Iklim
Mengalihkan sampah organik dari pembuangan dan memulihkannya melalui pengomposan yang terkendali.
Ekonomi Sirkular
Mengubah sampah makanan menjadi sumber daya yang dapat mengembalikan nutrisi ke tanah.
Lapangan Kerja Lokal
Menciptakan lapangan kerja lokal yang nyata dalam pengangkutan dan pemulihan sumber daya organik.
Keterlibatan Bisnis
Memberikan jalur praktis bagi bisnis HORECA untuk berpartisipasi dalam pengurangan sampah.
Data Terukur
Melacak berat sampah yang dikumpulkan, partisipasi, kontaminasi, dan produksi kompos.
Replikasi
Membangun bukti untuk memperluas model ke lebih banyak bisnis dan kota lain di Indonesia.
Dibangun dari pengalaman pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
WasteLoop adalah inisiatif sumber daya sirkular yang dikembangkan berdasarkan pengalaman BSU Mandiri, sebuah inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Sukabumi, Indonesia.
Kami berfokus pada pemulihan sumber daya, partisipasi masyarakat, dan solusi ekonomi sirkular yang praktis.
Bantu kami menguji model ini di Sukabumi.
Kami mencari mitra pendanaan untuk mendukung pilot project selama 12 bulan ini dan membuktikan model praktis untuk pemulihan sampah organik HORECA.
Kebutuhan pendanaan: sekitar US$32.000–33.000
Durasi: 12 bulan
Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia
Target awal: ≥100 ton sampah organik dialihkan dari pembuangan
Target HORECA: 20 bisnis yang berpartisipasi