Edukasi pengelolaan sampah sejak dini menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kesadaran lingkungan jangka panjang. Hal inilah yang melatarbelakangi kehadiran Bank Sampah Unit (BSU) Mandiri sebagai narasumber edukasi lingkungan di SD Budi Luhur, Kota Sukabumi.
Kegiatan ini mengusung tema “Memahami Cara Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah”, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter anak sekolah dasar: sederhana, interaktif, dan menyenangkan.
Belajar Sampah dengan Cara yang Menyenangkan
Dalam kegiatan ini, BSU Mandiri tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi mengajak siswa untuk belajar sambil bermain. Salah satu metode yang digunakan adalah game pilah sampah, di mana anak-anak diminta mengelompokkan sampah organik dan anorganik melalui permainan berbasis visual dan gerakan.
Hasilnya cukup mengejutkan. Anak-anak mampu memahami perbedaan jenis sampah dengan cepat dan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini membuktikan bahwa edukasi sampah tidak harus membosankan, selama metode yang digunakan tepat dan sesuai dengan usia peserta.
Memahami Sampah Organik dan Anorganik Sejak Dini
Materi yang disampaikan meliputi:
- Pengertian sampah dan dampaknya terhadap lingkungan
- Perbedaan sampah organik dan anorganik
Dengan pendekatan praktis, anak-anak tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memahami kebiasaan kecil yang dapat mereka lakukan setiap hari.
Mengenalkan Konsep Bank Sampah kepada Anak SD
Dalam sesi edukasi ini, BSU Mandiri juga mengenalkan konsep bank sampah kepada siswa. Anak-anak diajak memahami bahwa sampah anorganik yang dipilah dengan baik dapat ditabung dan memiliki nilai ekonomi.
Pengenalan ini penting sebagai langkah awal membangun budaya pilah sampah yang mendukung keberadaan bank sampah Sukabumi sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat kota.
Peran Sekolah dalam Membangun Budaya Pilah Sampah
Kolaborasi antara sekolah dan pengelola bank sampah menjadi contoh nyata bagaimana edukasi lingkungan dapat diterapkan secara konkret. Sekolah berperan sebagai ruang pembentukan karakter, sementara bank sampah hadir sebagai sarana praktik nyata di masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami pentingnya memilah sampah, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan sekitarnya.
Bagi BSU Mandiri, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan literasi lingkungan dan pengembangan bank sampah Sukabumi. Edukasi sejak dini diyakini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pengurangan sampah ke TPA dan peningkatan kualitas lingkungan.
BSU Mandiri menyampaikan terima kasih kepada SD Budi Luhur atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi sekolah dan komunitas lainnya untuk bersama-sama membangun budaya pilah sampah di Kota Sukabumi.
Tonton videonya disini :
